Dua gelas kopi, mataku, matamu dan matahari yang bersiap untuk pulang.
Katamu tidak pernah ada yang kebetulan di semesta , seperti sore ini, mungkin ini adalah bab baru di lauh mahfudz milikku atau milikmu.
Dia emang hobi bercanda, entah apa modusnya menempatkan aku dan kamu dalam satu halaman baru, tanpa dibekali draft naskah apapun sebelumnya padahal Dia tau aku bukan aktris yang hebat.
Ah, tapi apapun tujuannya, aku sedang tak ingin peduli. Aku sedang menikmati rasa. Menikmati sore ini, masih aku , kamu dan dua gelas cairan berwarna hitam ini.
Sebenarnya sudah lama sekali aku meninggalkan kegilaanku pada cafein, menggantinya dengan air putih yang katanya lebih sehat. Tapi sore ini sepertinya akan jadi momen berbaikan yang indah antara aku dan kopi.
Gelas gelas kopi ini yang menahanmu untuk berlama-lama ada di depanku, bercerita tentang semua yang tak aku tau. Membuatku merasa seakan2 aku lah gelas kosong dan kamulah tekonya. Isilah aku sesukamu.
Seperti sore ini, kamu mencipta romansa, mengajakku berimajinasi, aku , kamu,dan pernikahan. Hahahahaha... Ini gila, tapi menyenangkan.
Sungguh, aku sedang tidak ingin peduli pada "what's next?" , aku hanya bahagia. Itu saja.
Dan aku berterimakasih untuk gelas gelas kopi sore ini , sore esok dan sore seterusnya. I'll let myself being addicted for this routine.
aku , sebuah cerita
Kamis, 07 Maret 2013
Rabu, 09 Maret 2011
you're the greatest motivator in the world , mom :)
sore itu ,
aku masih asyik dengan netbookku , menghabiskan waktu untuk browsing dan sesekali chatting
ummi datang membawa dua cangkir kopi ,
kata ummi,
"ummi kmrn liat di tv , ada motivator muda, bagus2 itu loh motivasinya, mbok dicari di internet, diliat situsnya"
"ngapain mi?"
"ya dibaca2 , biar temotivasi buat lebih sukses"
aku tersenyum , kujawab
"diah gak butuh motivasi dari motivator manapun, gak butuh kata2 dari mereka. dia udah punya motivator paling hebat sedunia. umi cukup bilang, "jangan nyerah ya" , itu udah lebih dari puluhan alinea kata2 yang ditulis mereka"
ummi pun tersenyum.
senyum yang membuat aku masih bertahan sampai sekarang. senyum yang selalu membangunkan aku lagi ketika aku merasa benar2 jatuh.
wanita hebat yang membesarkan anak anaknya dengan kemampuan luar biasa. beliau tau kapan saatnya menjadi ibu, kapan saatnya menjadi sahabat , dan kapan saatnya menjadi ayah.
setiap dari kita pasti punya "first person", orang pertama yang selalu kita hubungi saat sedang sedih, galau, ada masalah, ataupun saat sedang dinaungi kebahagiaan. and she's my first person.
pernah suatu kali , saat aku masih SMP. aku berangkat ke sekolah dengan muka ditekuk. pagi itu aku sempat adu mulut dengan ummi,tapi aku sudah lupa penyebab pastinya. kebetulan ada ulangan harian di jam pelajaran pertama. mau tau perasaanku saat itu? luar biasa panik, 10 kali lipat dari biasanya. padahal aku sudah menyiapkan diri dari semalam. akhirnya 10 menit sebelum guruku masuk , aku lari ke telepon umum terdekat. aku menelpon ummi , hanya untuk meminta maaf dan minta doa, she said , "iya, ummi gak marah. udah sana, balik ke kelas, ulangannya pasti bisa kok"
like a magic , , semua rasa panik itu hilang.
rasanya malu kalau aku masih mengeluh setelah lihat semua pengorbanan yang beliau lakukan untuk kami , anak anaknya. rasanya tidak tau diri kalau aku masih menuntut lebih dari yang beliau berikan.
bagi kami , beliau lah alasan kami tidak pernah berkata "tidak bisa"
senyum dan kebahagiaan beliau lah tujuan kami hidup. alasan kami tetap melangkah dan tak pernah berhenti.
untukmu , my greatest motivator of the world
dont ever stop to smile ! I still need it to build our dreams
-- beside my angel - -
09 03 11 - 23.57
Jumat, 04 Maret 2011
menikah : antara komitmen dan cinta
"komitmen itu harga mati. dalam suatu hubungan , perasaan bisa berubah tapi komitmen yang mempertahankannya"
kira2 itulah inti pembicaraan saya dengan seorang teman beberapa hari yang lalu , sebuah percakapan ringan yang akhirnya malah mengusik ketenangan hati saya sampai detik ini. saya perempuan yang dibesarkan dengan adat ketimuran , berusia mendekati seperempat abad, dan sampai dengan saat ini saya masih belum mau mengenal komitmen. relationship sebenarnya bukan hal baru untuk saya, sudah beberapa kali saya memiliki hubungan berstatus dengan pria. tapi untuk berkomitmen , saya selalu punya 1001 alasan untuk mengelak. bukannya saya tidak ingin menikah, saya wanita normal, saya ingin menikah , menjadi istri dan tentunya menjadi ibu untuk anak2 saya. saya hanya takut kegagalan , saya takut nanti akan ada penyesalan.
mungkin sebagian orang berfikir saya orang yang terlalu skeptis memandang suatu hubungan. iya, memang, inilah saya. sudah cukup banyak gambaran di depan saya tentang bagaimana wanita harus rela menjadi "korban" dan terluka untuk menjaga suatu komitmen. bantahlah saya !! katakanlah tidak semua pria seperti itu !!
tapi sayangnya dari awal saya mengenal hubungan antara laki2 dan perempuan, kenyataan yang muncul di depan saya memaparkan dengan sangat jelas gambaran yang seperti itu. jadi salahkah saya ketika akhirnya saya memandang komitmen dan pernikahan sebagai momok yang menakutkan?
saya sangat realis , saya menilai sesuatu berdasarkan fakta, dan itulah kumpulan fakta yang akhirnya tersusun rapi di kepala saya dan akhirnya mendoktrin saya untuk menempatkan komitmen pada "black" area.
disinilah saya sekarang. di batas usia , menahan diri untuk tidak terprovokasi oleh sindiran mereka tentang saya dan kesendirian saya.
di lingkungan saya , menikah seakan menjadi tujuan akhir dari setiap wanita. seorang wanita diajarkan untuk merawat diri, terlihat cantik dan menarik agar nantinya ketika datang rombongan pencari jodoh , mereka akan menjadi target yang akan dilamar.
mirisnya , untuk sebagian orang di tempat ini, sekolah bagi seorang wanita hanya sebagai formalitas, pengisi kegiatan sambil menunggu mereka dilamar. tidak sedikit orang tua yang melepaskan anaknya menikah ketika usia mereka belum mencapai 17 tahun hanya karena datang seorang pria yang dirasa cukup pantas (baca : kaya, mapan , terlihat alim) datang melamar anaknya. pernahkah sedikit terlintas dalam pikiran mereka , apa yang akan dilakukan anaknya nantinya ketika suaminya yg nyaris sempurna itu pergi??
untuk kasus ini saya termasuk beruntung karena memiliki orangtua yang tidak berpikiran sempit . tapi apa kabar dengan orang2 di sekitar kami?
masih sangat jelas sekali di ingatan saya betapa mereka menentang mati2an saya untuk melanjutkan kuliah. kondisinya saat itu memang perekonomian kami sedang sulit, saya baru saja kehilangan satu pegangan, ayah saya berpulang. hampir semua orang terdekat kami menyarankan untuk tidak melanjutkan kuliah, untuk apa sekolah tinggi kalau ujung2nya nanti cuma di dapur. bersyukur saya punya ibu yang luar biasa, jangankan menentang, alih2 malah mengikhlaskan tabungannya ludes hanya untuk membiayai kuliah saya.
Sungguh tidak terbayangkan kalau semua orang di negara ini berpikiran bahwa pendidikan untuk wanita bukanlah sesuatu yang sakral , sia2 usaha dan perjuangan kartini dulu.
Dibesarkan dalam lingkungan yang sangat islami , sangat mempengaruhi persepsi saya tentang sebuah pernikahan. ketika di luar sana wanita seumur saya bebas mencari serta memilh lelaki masa depannya. saya justru digiring masuk ke sangkar, supaya saya tetap bisa terproteksi dengan aman sampai datang saatnya seorang pria membukakan pintu sangkar ini.
Kami, wanita, adalah untuk dipilih , bukan memilih. maka tanyakanlah pada kaum pemilih itu, apa dasar mereka memilih wanita untuk mendampingi sisa hidupnya?alasan pertama tentu kecantikan fisik. ini bukan bentuk kesu'udzonan saya. tentu saja ketika belum mengenal pribadi wanitanya lebih jauh , penampilan fisiklah yang menjadi patokan.
lalu bagaimana nasib para wanita dengan fisik yang kurang menarik dan yang parahnya masih ditambah lagi dengan adanya pembatasan interaksi antar lawan jenis? bagaimana para wanita itu menunjukan betapa dibalik penampilan fisik mereka yang kurang mereka memiliki kepribadian yang memukau??
maka jangan salahkan kami kalau menghabiskan banyak rupiah dan usaha mati2an demi terlihat menarik di mata kalian , wahai kaum pemilih !!
Setelah memilih ,maka mereka akan datang kembali untuk melamar kami. kami diberikan waktu untuk saling mengenal (ta'aruf) sejak masa lamaran sampai datangnya hari lamaran. saat itulah kami harus mulai memupuk rasa, harus bisa menempatkan cinta, karena nyatanya laki2 itulah yang akan menemani kami seumur hidup.
beruntung jika cupid sedang baik , mau memanahkan panah cintanya ke hati kami.
tapi bagaimana jika sampai menjelang hari pernikahan , rasa cinta tak kunjung hadir??
ini jawabnya, ,
komitmen !!
menikahlah demi komitmen yang telah disepakati . menikahlah demi sebuah tanggungjawab. .
- di ujung kegalauan -
04 03 11
kira2 itulah inti pembicaraan saya dengan seorang teman beberapa hari yang lalu , sebuah percakapan ringan yang akhirnya malah mengusik ketenangan hati saya sampai detik ini. saya perempuan yang dibesarkan dengan adat ketimuran , berusia mendekati seperempat abad, dan sampai dengan saat ini saya masih belum mau mengenal komitmen. relationship sebenarnya bukan hal baru untuk saya, sudah beberapa kali saya memiliki hubungan berstatus dengan pria. tapi untuk berkomitmen , saya selalu punya 1001 alasan untuk mengelak. bukannya saya tidak ingin menikah, saya wanita normal, saya ingin menikah , menjadi istri dan tentunya menjadi ibu untuk anak2 saya. saya hanya takut kegagalan , saya takut nanti akan ada penyesalan.
mungkin sebagian orang berfikir saya orang yang terlalu skeptis memandang suatu hubungan. iya, memang, inilah saya. sudah cukup banyak gambaran di depan saya tentang bagaimana wanita harus rela menjadi "korban" dan terluka untuk menjaga suatu komitmen. bantahlah saya !! katakanlah tidak semua pria seperti itu !!
tapi sayangnya dari awal saya mengenal hubungan antara laki2 dan perempuan, kenyataan yang muncul di depan saya memaparkan dengan sangat jelas gambaran yang seperti itu. jadi salahkah saya ketika akhirnya saya memandang komitmen dan pernikahan sebagai momok yang menakutkan?
saya sangat realis , saya menilai sesuatu berdasarkan fakta, dan itulah kumpulan fakta yang akhirnya tersusun rapi di kepala saya dan akhirnya mendoktrin saya untuk menempatkan komitmen pada "black" area.
disinilah saya sekarang. di batas usia , menahan diri untuk tidak terprovokasi oleh sindiran mereka tentang saya dan kesendirian saya.
di lingkungan saya , menikah seakan menjadi tujuan akhir dari setiap wanita. seorang wanita diajarkan untuk merawat diri, terlihat cantik dan menarik agar nantinya ketika datang rombongan pencari jodoh , mereka akan menjadi target yang akan dilamar.
mirisnya , untuk sebagian orang di tempat ini, sekolah bagi seorang wanita hanya sebagai formalitas, pengisi kegiatan sambil menunggu mereka dilamar. tidak sedikit orang tua yang melepaskan anaknya menikah ketika usia mereka belum mencapai 17 tahun hanya karena datang seorang pria yang dirasa cukup pantas (baca : kaya, mapan , terlihat alim) datang melamar anaknya. pernahkah sedikit terlintas dalam pikiran mereka , apa yang akan dilakukan anaknya nantinya ketika suaminya yg nyaris sempurna itu pergi??
untuk kasus ini saya termasuk beruntung karena memiliki orangtua yang tidak berpikiran sempit . tapi apa kabar dengan orang2 di sekitar kami?
masih sangat jelas sekali di ingatan saya betapa mereka menentang mati2an saya untuk melanjutkan kuliah. kondisinya saat itu memang perekonomian kami sedang sulit, saya baru saja kehilangan satu pegangan, ayah saya berpulang. hampir semua orang terdekat kami menyarankan untuk tidak melanjutkan kuliah, untuk apa sekolah tinggi kalau ujung2nya nanti cuma di dapur. bersyukur saya punya ibu yang luar biasa, jangankan menentang, alih2 malah mengikhlaskan tabungannya ludes hanya untuk membiayai kuliah saya.
Sungguh tidak terbayangkan kalau semua orang di negara ini berpikiran bahwa pendidikan untuk wanita bukanlah sesuatu yang sakral , sia2 usaha dan perjuangan kartini dulu.
Dibesarkan dalam lingkungan yang sangat islami , sangat mempengaruhi persepsi saya tentang sebuah pernikahan. ketika di luar sana wanita seumur saya bebas mencari serta memilh lelaki masa depannya. saya justru digiring masuk ke sangkar, supaya saya tetap bisa terproteksi dengan aman sampai datang saatnya seorang pria membukakan pintu sangkar ini.
Kami, wanita, adalah untuk dipilih , bukan memilih. maka tanyakanlah pada kaum pemilih itu, apa dasar mereka memilih wanita untuk mendampingi sisa hidupnya?alasan pertama tentu kecantikan fisik. ini bukan bentuk kesu'udzonan saya. tentu saja ketika belum mengenal pribadi wanitanya lebih jauh , penampilan fisiklah yang menjadi patokan.
lalu bagaimana nasib para wanita dengan fisik yang kurang menarik dan yang parahnya masih ditambah lagi dengan adanya pembatasan interaksi antar lawan jenis? bagaimana para wanita itu menunjukan betapa dibalik penampilan fisik mereka yang kurang mereka memiliki kepribadian yang memukau??
maka jangan salahkan kami kalau menghabiskan banyak rupiah dan usaha mati2an demi terlihat menarik di mata kalian , wahai kaum pemilih !!
Setelah memilih ,maka mereka akan datang kembali untuk melamar kami. kami diberikan waktu untuk saling mengenal (ta'aruf) sejak masa lamaran sampai datangnya hari lamaran. saat itulah kami harus mulai memupuk rasa, harus bisa menempatkan cinta, karena nyatanya laki2 itulah yang akan menemani kami seumur hidup.
beruntung jika cupid sedang baik , mau memanahkan panah cintanya ke hati kami.
tapi bagaimana jika sampai menjelang hari pernikahan , rasa cinta tak kunjung hadir??
ini jawabnya, ,
komitmen !!
menikahlah demi komitmen yang telah disepakati . menikahlah demi sebuah tanggungjawab. .
- di ujung kegalauan -
04 03 11
Selasa, 01 Maret 2011
layaknya M . A . T . A . H . A . R .I
l a n g i t s o r e - 17.15
menunggu matahari pulang
masih ditemani cangkir yang sama
cangkir putih kecil berukir inisial nama kita
yang berisikan perpaduan 2 sendok kopi 1 sendok creamer tanpa gula
perpaduan sempurna yang kita dapat setelah ratusan sore berkutat dengan kopi, creamer, gula, dan cangkir
alunan musik ini pun tidak berubah
kumpulan lagu lagu beraliran blues yang kamu injeksikan ke kepalaku sejak 3 tahun yang lalu
katamu , musik itu seperti makanan jiwa, dan aku seperti orang yang kelaparan.
kamu pilihkan makanan dengan kualitas terbaik untukku ,
ah iya, ,terbaik menurutmu tentunya , bukan menurutku.
tapi mana pernah aku memprotes semua keputusanmu
doktrinlah aku sesukamu!!
aku menikmatinya , sungguh
tapi mana pernah aku memprotes semua keputusanmu
doktrinlah aku sesukamu!!
aku menikmatinya , sungguh
sampai sore ini. .
semuanya masih sama , seperti sore sore yang lalu
semuanya masih sama , seperti sore sore yang lalu
semuanya tidak ada yang aku rubah
aku memang statis
aku menikmati rutinitas
aku seakan memiliki ikatan batin dengan kemonotanan
kamu yang membawaku duduk disini setiap sore
menunggu senja katamu
tuk bersama2 menjadi saksi langit terang menjelma menjadi gelap
katamu. .
"tak ada yang tidak berubah, bahkan langit pun berubah"
"tak ada yang tidak pulang, bahkan matahari pun pulang"
415 senja sudah aku lewati ,
di tempat yang sama
dengan semua ornamen yang sama
menatap di kejauhan ,
mencoba melerai perdebatan logika dan intuisi
layaknya matahari . . .
Senin, 28 Februari 2011
rasa
aku biru kau hijau
aku laut kau gunung
aku panas kau dingin
aku cair kau beku
kita menyatu dalam senyum ,
kita menyatu dalam genggaman tangan ,
kita menyatu dalam senja ,
tak perlu ada ragu ,
semua satu,
hanya aku kamu
sampai batas waktu
semua satu,
hanya aku kamu
sampai batas waktu
When the rain is blowing in your face
And the whole world is on your case
I would offer you a warm embrace
To make you feel my love
When evening shadows and the stars appear
And there is no one to dry your tears
I could hold you for a million years
To make you feel my love
I know you haven't made your mind up yet
I would never do you wrong
I've known it from the moment that we met
There's no doubt in my mind where you belong
I'd go hungry, I'd go black and blue
I'd go crawling down the avenue
There ain't nothing that I wouldn't do
To make you feel my love
Oohhhh ohhohh
The storms of rage are rolling wild and free
Down that highway of regret
The wind of change is blowing wild and free
But you aint seen nothing like me yet
There aint nothing that I wouldn't do
Go to the end of the earth for you
Make you happy make your dreams come true
To make you feel my love
To make you feel my love
Minggu, 27 Februari 2011
aku . kamu . cinta
this is me , this is you , this is love and this is box :)
The box is open .
The box is open .
Kamu masuk . Tinggallah aku dan cinta.
Cinta tersenyum sambil mengulurkan tangan, aku menatapnya ragu.
Cinta bilang dia akan jadi teman baikku. Aku percaya.
Hari pertama kami tersenyum, hari kedua kami tertawa2, hari ketiga cinta tak banyak bicara, hari keempat cinta menangis, hari kelima cinta merengek masuk ke dalam kotak . Dia bilang , dia tak cukup kuat dengan udara di luar. Antibodinya melemah.
Sayang kotak itu tidak muat untuk berdua. Kamu pun keluar,cinta masuk.
Kamu . Aku . Terdiam . Tanpa senyuman , tanpa sapaan . 7 hari berlalu. Beku.
Cinta menatap aku dan kamu dari dalam kotaknya. Dia tersenyum.
Tak lama dia keluar. Dia mendekati aku dan kamu.
Dia pegang tanganku. Dia pegang tanganmu. Diletakkan tangannya diantara tanganku dan kamu. Dia tersenyum.
Rasanya hangat. Kebekuan mencair.
Cinta mendekati kotak . Cinta ambil sebatang korek api dan membakar kotak itu.
Cinta bilang ia tak lagi but-h tempat untuk bersembunyi dari dinginnya hidup.
Cinta cuma butuh aku dan kamu. Cinta cuma butuh senyumku dan senyummu. Cinta cuma butuh bahagiaku dan bahagiamu ,untuk terus membuatnya hangat, untuk terus membuatnya tetap ada.
Cinta tersenyum sambil mengulurkan tangan, aku menatapnya ragu.
Cinta bilang dia akan jadi teman baikku. Aku percaya.
Hari pertama kami tersenyum, hari kedua kami tertawa2, hari ketiga cinta tak banyak bicara, hari keempat cinta menangis, hari kelima cinta merengek masuk ke dalam kotak . Dia bilang , dia tak cukup kuat dengan udara di luar. Antibodinya melemah.
Sayang kotak itu tidak muat untuk berdua. Kamu pun keluar,cinta masuk.
Kamu . Aku . Terdiam . Tanpa senyuman , tanpa sapaan . 7 hari berlalu. Beku.
Cinta menatap aku dan kamu dari dalam kotaknya. Dia tersenyum.
Tak lama dia keluar. Dia mendekati aku dan kamu.
Dia pegang tanganku. Dia pegang tanganmu. Diletakkan tangannya diantara tanganku dan kamu. Dia tersenyum.
Rasanya hangat. Kebekuan mencair.
Cinta mendekati kotak . Cinta ambil sebatang korek api dan membakar kotak itu.
Cinta bilang ia tak lagi but-h tempat untuk bersembunyi dari dinginnya hidup.
Cinta cuma butuh aku dan kamu. Cinta cuma butuh senyumku dan senyummu. Cinta cuma butuh bahagiaku dan bahagiamu ,untuk terus membuatnya hangat, untuk terus membuatnya tetap ada.
galau room 28 / 02 /2011 01.40 am
If I only have 10
Aku hanya berani memandangnya dari kejauhan.dia indah, , bahkan nyaris sempurna.Jangankan untuk menyentuhnya,untuk menatapnya pun aku sungguh tak punya nyali.
Pesonanya mampu membuatku mengikrarkan diri sebagai pecundang.Ratusan malam aku lewatkan untuk mengagumi setiap inchi keindahannya.
Sampai datangnya hari itu. Mata kami bertatapan,dia tersenyum,aku kumpulkan kepingan energi positif yg akhirnya memaksa mulutku memproduksi 3 untaian huruf, "HAI"
HAI yg akhirnya membawa kami menjadi obor dan api.
Akulah obor dan dialah api.
Akulah wadah dan dialah energi.
Dia yg menarik dua sisi bibirku untuk membentuk senyuman
Dia yg menarik kelopak mataku untuk memamerkan betapa berbinarnya bola mata ini.
Dia adalah alasan untuk terus melangkah.
Aku kecanduan dia.
Bertahun aku habiskan untuk menjadi budaknya,tanpa keluhan , tanpa rasa lelah.
Inilah pasungan yang aku sendiri menikmatinya. .
Inilah penjara yang aku sendiri mendambakannya.
Dia membuatku bagai layang2 dan dialah kendalinya.
dia yg mengatur kapan aku terbang kapan aku diam.
Aku ikuti permainannya,ini pengabdianku untuk smua bahagia yg dia beri.
aku nikmati setiap tarikannya.
Terkadang dia mengulurku terlalu jauh,tapi entanh mengapa tak pernah ada rasa takut terjatuh.
Aku percaya dia akan menarikku kembali.
Lalu suatu hari dia bnr2 melepasku, dengan sangat tiba2 .
I'm flying , I'm dying.
Dan dia lari.
Dia bahkan tidak membekaliku dengan parasut.
mendadak aku benci adanya gaya gravitasi.
10 detik lagi aku akan menyatu dengan tanah.
10 detik untuk sebuah maaf atau sebuah dendam.
10 detik untuk sebuah senyuman atau amarah.
10 detik untuk pengkhianatan atau kebodohan mutlak.
10 detik untuk ending cerita tentang aku dan cinta
my room - 28 02 2011 / 01.00 am
Pesonanya mampu membuatku mengikrarkan diri sebagai pecundang.Ratusan malam aku lewatkan untuk mengagumi setiap inchi keindahannya.
Sampai datangnya hari itu. Mata kami bertatapan,dia tersenyum,aku kumpulkan kepingan energi positif yg akhirnya memaksa mulutku memproduksi 3 untaian huruf, "HAI"
HAI yg akhirnya membawa kami menjadi obor dan api.
Akulah obor dan dialah api.
Akulah wadah dan dialah energi.
Dia yg menarik dua sisi bibirku untuk membentuk senyuman
Dia yg menarik kelopak mataku untuk memamerkan betapa berbinarnya bola mata ini.
Dia adalah alasan untuk terus melangkah.
Aku kecanduan dia.
Bertahun aku habiskan untuk menjadi budaknya,tanpa keluhan , tanpa rasa lelah.
Inilah pasungan yang aku sendiri menikmatinya. .
Inilah penjara yang aku sendiri mendambakannya.
Dia membuatku bagai layang2 dan dialah kendalinya.
dia yg mengatur kapan aku terbang kapan aku diam.
Aku ikuti permainannya,ini pengabdianku untuk smua bahagia yg dia beri.
aku nikmati setiap tarikannya.
Terkadang dia mengulurku terlalu jauh,tapi entanh mengapa tak pernah ada rasa takut terjatuh.
Aku percaya dia akan menarikku kembali.
Lalu suatu hari dia bnr2 melepasku, dengan sangat tiba2 .
I'm flying , I'm dying.
Dan dia lari.
Dia bahkan tidak membekaliku dengan parasut.
mendadak aku benci adanya gaya gravitasi.
10 detik lagi aku akan menyatu dengan tanah.
10 detik untuk sebuah maaf atau sebuah dendam.
10 detik untuk sebuah senyuman atau amarah.
10 detik untuk pengkhianatan atau kebodohan mutlak.
10 detik untuk ending cerita tentang aku dan cinta
my room - 28 02 2011 / 01.00 am
![]() |
| Add caption |
Langganan:
Komentar (Atom)

