Minggu, 27 Februari 2011

If I only have 10

Aku hanya berani memandangnya dari kejauhan.dia indah, , bahkan nyaris sempurna.Jangankan untuk menyentuhnya,untuk menatapnya pun aku sungguh tak punya nyali.
Pesonanya mampu membuatku mengikrarkan diri sebagai pecundang.Ratusan malam aku lewatkan untuk mengagumi setiap inchi keindahannya.

Sampai datangnya hari itu. Mata kami bertatapan,dia tersenyum,aku kumpulkan kepingan energi positif yg akhirnya memaksa mulutku memproduksi 3 untaian huruf, "HAI"
HAI yg akhirnya membawa kami menjadi obor dan api.
Akulah obor dan dialah api.
Akulah wadah dan dialah energi.
Dia yg menarik dua sisi bibirku untuk membentuk senyuman
Dia yg menarik kelopak mataku untuk memamerkan betapa berbinarnya bola mata ini.
Dia adalah alasan untuk terus melangkah.
Aku kecanduan dia.

Bertahun aku habiskan untuk menjadi budaknya,tanpa keluhan , tanpa rasa lelah.
Inilah pasungan yang aku sendiri menikmatinya. .
Inilah penjara yang aku sendiri mendambakannya.

Dia membuatku bagai layang2 dan dialah kendalinya.
dia yg mengatur kapan aku terbang kapan aku diam.
Aku ikuti permainannya,ini pengabdianku untuk smua bahagia yg dia beri.
aku nikmati setiap tarikannya.
Terkadang dia mengulurku terlalu jauh,tapi entanh mengapa tak pernah ada rasa takut terjatuh.
Aku percaya dia akan menarikku kembali.

Lalu suatu hari dia bnr2 melepasku, dengan sangat tiba2 .
I'm flying , I'm dying.
Dan dia lari.
Dia bahkan tidak membekaliku dengan parasut.
mendadak aku benci adanya gaya gravitasi.

10 detik lagi aku akan menyatu dengan tanah.
10 detik untuk sebuah maaf atau sebuah dendam.
10 detik untuk sebuah senyuman atau amarah.
10 detik untuk pengkhianatan atau kebodohan mutlak.

10 detik untuk ending cerita tentang aku dan cinta

my room - 28 02 2011 / 01.00 am


Add caption

Tidak ada komentar:

Posting Komentar